Minggu, 07 November 2010

Penguasa Gaib Gunung Merapi Tertangkap Kamera

Awan mirip petruk berada di atas puncak merapi. (Photo: Aufal)
Magelang - Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi, berbicara tentang gunung Merapi tak lepas dari segala mitos dan cerita misterinya. Mereka meyakini gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta itu dikuasai oleh sosok gaib, Mbah Petruk.
Suswanto, lelaki berusia 43 tahun warga Dusun Sudimoro Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung Magelang, mengabadikan awan berbentuk mirip sosok Petruk dalam cerita Pewayangan di atas gunung Merapi sebelum meletus dalam jepretan kamera. “Awalnya saja hanya iseng memotret,” kata dia, Senin (1/11) siang.

Dalam salinan gambar yang ditunjukan Suswanto, awan mirip petruk itu berada tepat di atas puncak Merapi. Berhidung panjang dengan kuncir rambut di belakang kepala melengkung ke atas. Sosoknya menghadap ke arah selatan. “Ke arah Yogyakarta,” kata dia.

Gambar itu diambil pada Selasa (26/10) pagi atau sehari sebelum Merapi meletus pada petangnya. Dia menambahkan, gambar itu diambil dari depan rumahnya atau sekitar 13 kilometer dari puncak Merapi.

Menurut dia, sejumlah warga yang melihat hasilnya meyakiki itu adalah sosok Mbah Petruk, sang penunggu Merapi. Mereka menduga kehadirannya memperlihatkan diri sebagai pertanda bencana besar di Merapi.

Mbah Diwur (54), warga Desa Dusun Gaten Desa Ketunggeng Kecamatan Srumbung meyakini gambar awan itu adalah sebuah peringatan bagi warga sekitar Merapi. “Dia menghadap selatan, lihat saja sekarang yang para kan Jogja,” kata dia.

Dia membenarkan, adanya keyakinan sosok Mbah Petruk sebagai penguasa Merapi yang berkembang di masyarakat. “Dia bersemayam di dalam kawah Merapi,” kata dia.

Menurut Sugihartono (40), seorang warga Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung, kepercayaan tentang adanya sosok mbah Petruk di gunung Merapi itu tak bisa lepas dari sejarah peralihan Hindu Majapahit dan Islam Demak.

Oleh masyarakat sekitar Merapi, kata dia, Mbah Petruk itu diyakini sebagai sosok Sabdo Palon Nolo Genggong, seorang penasehat raja Majapahit Brawijaya V. Di akhir kejayaan Majapahit karena masuknya pengaruh Islam di Demak, Brawijaya memilih berdiam di gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Dia disia-sia,” katanya.

Karena sang Raja telah tersingkirkan maka Sabdo Palon pun memilih mengikuti jejak sang raja. Namun, dia memilih gunung Merapi sebagai tempat tinggalnya.

Sebagai balasan terhadap lawan-lawan yang berkuasa, dia mengangkat sumpah. Kelak akan menagih janji penguasa negeri tentang amanahnya mensejahterakan rakyat.

Letusan Merapi, kata dia, bagi masyarakat yang masih memegang teguh legenda itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat. “Si Mbah marah dan menagih janji penguasa,” kata dia

Senin, 01 November 2010

Kisah Pastor dan Meninggalnya Mbah Marijan

|  27 Oktober 2010  |  10:44

4
Nihil.
gbr dari google
gbr dari google , wedus gembel Merapi
Saya teringat kisah seorang Pastor yang sangat taat pada Tuhan, dalam laku dan segala tindakan yang sangat lurus.
Terkisahlah Pastor tersebut tinggal disuatu daerah dimana daerah tersebut terjadi hujan yang sangat deras , naiklah ketinggian air hingga mencapai rumah dimana beliau bertempat tinggal. Pastor  dengan taat berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh “Tuhan selamatkanlah kami” , lalu datanglah pasukan penolong membawakan pelampung dan mengajak Pastor segera meninggalkan rumah, tetapi Pastor tidak mau meninggalkan rumah gereja , dan tetap disitu sambil terus  berseru, “Tuhan selamatkanlah kami” , datanglah lagi tim penyelamat membawa perahu karet dan mengajak Pastor naik diperahu karet tersebut, Pastor tidak mau naik perahu karet tersebut karena dia merasa harus tetap berjaga disitu dan percaya Tuhan akan menolong.
Air semaikn tinggi masuk ke dalam rumah, tetapi Pastor tetap bertahan dan tidak berhenti memohon pada Tuhan menunggu keajaiban terjadi, “Tuhan tolong selamatkanlah kami”. Tidak seberapa lama Tim SAR  menemui Pastor tersebut dan sekali lagi mengajak dengan paksa, tetapi Pastor tetap bertahan tidak mau pergi, akhirnya Pastor ditinggalkan sendirian karena tidak mungkin lagi orang menemani.
Akhir cerita, air semakin tinggi dan Pastor tenggelam tidak terselamatkan. Setelah di panggil Tuhan, Pastor protes kepada Tuhan, “Tuhan, saya pekerja siang malam untuk Tuhan , saya berbuat segala sesuatu dengan taat kepadaMu tetapi mengapa Engkau tidak mau mendengarkan doaku?” tanya Pastor .
Lalu jawaban Tuhan, ” Aku sudah mengirimkan penyelamat seperti permintaan doamu , pertama Kukirimkan pelampung kedua kukirimkan perahu dan ketiga kukirimkan tim yang sangat bagus untuk menyelamatkanmu ,sampai tiga kali Kukirimkan pertolongan untuk menyelamatkanmu, tetapi engkau tidak mau, mengapa kamu menyalahkan lagi?”
Itulah kisah yang berapa kali saya dengar untuk mengumpamakan bahwa pertolongan Tuhan itu tidaklah harus sama dengan yang kita doakan, jadi mata harus melihat, telinga harus mendengar dan hati harus merasa, bahwa kita manusia diciptakan untuk menggunakannya dengan baik.
Saya tersentak pagi ini berita bahwa mbah Marijan sang juru kunci Merapi meninggal dunia akibat awan panas dari gunung Merapi, Mbah Marijan yang tetap bersikukuh dengan pandangan-pandangannya dan mungkin  beliau juga  memiliki panca indra keenam untuk tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya ketika memutuskan untuk tetap bertahan  di daerah yang dinyatakan bahaya, dan akhirnya harus meninggal dunia dalam hembusan awan panas yang panasnya mencapai 500 derajat celsius.
Saya tidak  menyamakan kisah Pastor yang saya kisahkan diatas dengan kejadian mbah Marijan, tetapi saya hanya menyayangkan nyawa mbah Marijian dan tenaganya yang dapat dibaktikan dirinya untuk pekerjaan yang mungkin masih bisa dilanjutkan seandainya mbah Marijan mau dievakuasi. Apalah manusia karena Tuhan lebih tahu segalanya.
Selamat jalan mbah Marijan, semoga mbah Marijan diterima disisi Tuhan. Amin.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Lara Sesaat

Kini,,
terasa sudah,,
penat yang kau beri,,
merobek,,
meninggalkan serpihan,,
luka sendu di hati,,
ingin meronta rasanya,,
tapi ta sanggup..
hanya aliran air mata yang ada,,
mengisi kekosongan jiwa,,
sudah lah,,
mungkin takdirku begini,,
meninggalkan semua,..
hal indah dan terindah,,
yang kurasa dengan mu…
Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Ya Sudahlah

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

Reff :
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything's gonna be OKAY

Santoz :
Yo.. Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan

Lezz :
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada

Titz :
Juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang

Bondan :
Sempat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir

Kembali ke Reff

F2B:
Satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!

B:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita

F2B :
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea

B :
Peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

F2B :
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)

Satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..

Balik ke Reff (together) 3x

Kamis, 28 Oktober 2010

JAKARTA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel selama tiga menit. Awan panas tersebut mengarah ke Kali Gendol.
JAKARTA - Gunung Merapi
"Sekira pukul 16.10 Wib, Merapi kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak tiga kilometer kearah Kali Gendol," kata Yani pembantu Pos Pemantauan Gunung Merapi, Kaliurang saat dihubungi okezone, Kamis (28/102/2010).

Selain awan panas juga terdapat gempa guguran dan semuanya itu tercatat dalam seismograf. "Hari ini aktivitas Merapi hanya awan panas," tuturnya

Sementara itu Kepala Desa Hargobinangun, Bejowiryanto, mengatakan pengungsi masih dalam keadaan sehat. Bantuan yang diperlukan menurutnya tercukupi.