Minggu, 19 Juni 2011

Sabtu, 18 Juni 2011

History of MAN Tambakberas Jombang


Sejarah MAN Tambakberas Jombang

Rintisan awal berdirinya MAN Tambakberas Jombang, telah dimulai sejak tahun 1954, dengan nama Madrasah Mu’alimin (Mu’allimat) Atas 4 tahun atau MMA yang didirikan oleh para Ulama dan diprakarsai oleh Al-Maghfurlah KH. Fatah Hasyim. Ciri khas utama MMA adalah merupakan lembaga pendidikan Pondok Pesantren dengan mengutamakan kajian kitab-kitab kuningnya dan berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.
Seiring dengan perhatian Orang Tua / Wali murid  dari tahun ke tahun semakin bertambah pesat, ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa-siswi yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, pemikiran-pemikiran inovatif terus dilakukan. Untuk peningkatan mutu, dimunculkan gagasan menambah masa studi, dari 4 tahun menjadi 6 tahun, dan diberi nama Madrasah Mu’allimin Muallimat Atas 6 Tahun (MMA).
Seiring dengan kemajuan Madrasah dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, maka pada tahun 1969 berdasarkan SK. Menag No. 23 Tanggal 4 Maret 1969, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Atas di Negerikan dengan perubahan kelas 1, 2, 3 menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN), dengan kepala sekolah Bapak Drs. H. Moh. Syamsul Huda As, SH., dan kelas 4, 5, 6 menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN), dengan kepala Al Maghfurlah KH. Al Fatich Abd. Rohim.
Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS.  Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai sekarang ini MAN Tambakberas Jombang membuka program jurusan Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan)  dan IPS.
Dalam perkembangan berikutnya, agar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) benar-benar dapat melaksanakan kurikulum Depag RI secara penuh dan  Madrasah Mu’allimin Mu’allimat atas (MMA) tetap berjalan sesuai ciri khas utama Pondok Pesantren, yaitu kurikulum yang lebih banyak memporsikan kajian kitab-kitab kuning, maka Madrasah ini dipisahkan menjadi MMP dan MTsAIN (setingkat SLTP) dan MMA dan MAAIN (setingkat SMA). Dengan adanya pemisahan ini maka MAN Tambakberas Jombang dapat lebih fokus dalam pembinaan dan menjadi semakin berkembang hingga saat ini.
Pada tahun 1980 terjadi alih tugas kepimpinan, Bapak KH. Ach. Al Fatich Ar. ditugaskan menjadi kepala MTsAIN dan Bapak Drs. KH. Moh. Syamsul Huda As. SH menjadi kepala Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang sekarang menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri).
Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS.  Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai dengan sekarang ini MAN Tambakberas Jombang memiliki program jurusan: Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan)  dan IPS.
Hingga saat ini MAN Tambakberas telah melalui 5 periode kepemimpinan, beliau adalah:
1.    Bapak KH Ach. Alfatich AR. (Alm)
2.    Bapak Drs. KH  Moh. Syamsul Huda AS, SH, M.Hi.
3.    Bapak Drs. H. Abd. Madjid.
4.    Bapak Drs. H. Moh. Azam, M.Sc.
5.    Bapak Drs. H. Ahsan Sutari, M.Pd.

PPDB MAN taraz

Sabtu, 04 Juni 2011



Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk program :
  1. Kelas Reguler
  2. Kelas Unggulan
  3. Kelas Keterampilan:
  • Keterampilan Otomotif (1 kelas Putra)
  • Keterampilan meubelair (1 kelas Putra)
  • Keterampilan Tatabusana (1 kelas putri)
Waktu & Tempat Pendaftaran, Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11 Juni 2011 s/d. 4 Juli 2011 Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 WIB Tempat : Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jl. Merpati Tambakberas Jombang. Telp.(0321) 862352, 08283481330 Fax. (0321) 855537 Syarat Pendaftaran,
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan fotocopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah di legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN aslinya.
  4. Menyerahkan fotocopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
  5. Menyerahkan pas photo hitam putih 3x4 sebanyak 12 lembar.
  6. Menyerahkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
  7. Menyerahkan fotocopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
  8. Membayar biaya pendaftaran Rp 75.000,- .
  9. Menyerahkan fotocopi hasil test IQ, bagi yang memiliki, sebanyak 2 lembar.
Waktu Tes Seleksi Tes dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Juli 2011 jam 08.00 – 12.00 WIB. Materi Tes, Materi yang diujikan:
  1. Kelas Reguler : Tes tulis dan praktik ibadah serta baca Al-Qur’an.
  2. Kelas Unggulan: (1) Ujian Tulis: Matematika, IPA/sains, Bahasa Inggris, dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Quran.
  3. Kelas Keterampilan: (1) Ujian Tulis: Pengetahuan Dasar tentang Keterampilan dan (2) Ujian Praktik: Praktik Ibadah, Membaca Al-Qur’an.
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (koreksi menggunakan scanner). Pengumuman Hasil Tes, Pengumuman hasil tes pada hari Rabu, 6 Juli 2011 jam 08.00 WIB Daftar Ulang, Bagi calon siswa yang LULUS seleksi harus melaksanakan daftar ulang dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pelaksanaan daftar ulang, sejak tanggal 6 – 7 Juli 2011 Masa Orientasi Siswa (MOS) Pembelakalan siswa baru dilaksanakan pada hari Jum'at, 8 Juli 2011. MOS dilaksanakan tanggal 9 – 11 Juli 2011 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dimulai Senin, 11 Juli 2011

Sejarah Berdirinya Madrasah Mu’allimin Mu’allimat

Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Tambakberas berdiri tahun 1953 sebagai dari Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum tang sudah lama eksis. Tujuan utama berdirinya lembaga ini adalah dalam rangka menyiapkan kader guru (mu’alim). Pada awal berdirinya, Pendidikan di madrasah ini berlangsung 4 tahun dan siswanya khusus putra. Dua tahun kemudian (tahun 1958) Madasah Mu’allimin yakni madrasah untuk putri menyusul di dirikan. Dengan menggunakan lokasi yang sama para siswa masuk pagi dan para sisiwi masuk siang. Saejak itu madrasah ini menjadi Madrasah Mu’allimin Mu’allimat dengan dengan masa belajar 4 tahun. Kurikulum yang di gunakan mengacu pada PGA 4 tahun dengan pelajaran agama menggunakan kitap kuning. Pimpinan madrasah secara formal belum ada. KH. Abdul Fattah sebagai pendiri menunjuk Bapak Mamas dari Kalimantan untuk mengelola madrasah ini sampai tahun 1960.
Pada tahun 1964 Kurikulum PGA disempurnakan menjadi 6 tahun Sehingga Madrasah Muallimat juga menyesuaikan menjadi 6 tahun. Pimpinan Madrasah dipegang oleh Abdurahman Wahid (Gus Dur) Sampai tahun 1966. Selanjutnya Madrasah ini dipegang kembali oleh KH. Abdul Fattah.
Tahun 1969Madrasah berubah status menjadi MTsAIN untuk kelas 1-3 dengan kepala Madrasah Drs.h.moh Syamsul Huda dan MAAIN untuk kelas 4-6 dengan kepala Madrasah KH. Achmad Al Fatih AR. Atas prakarsa KH. Wahab Chasbulloh turun SK Menteri Agama Nomor :23/1969 taggal 4 Maret 1969 yang waktu itu dijabat oleh KH Ahmat Dahlan.
Tahun 1971 menteri Agama RI meresmika gedung Madrasah dan lokasi yang baru yakni dilokasi barat di jalan jurusan Jombang Barat. Karena statusnya sebagai madrasah negeri maka guru dan staff pengajarnya diangkat sebagai pegawai Negeri. Kurikulumnya juga kurikulum negeri.
Tahu 1972 KH.abdul Fattah mendirikan kembali Madrasah Mu’allimin Mu’allimat yang mandiri dengan menggabungkan kurikulum pesantren,PGA 6 tahun dan sedikit pelajaran umum. Beliau memulai dari nol kembali untuk menjaga kemandirian dan kemurnian kurikulum tersebut. Kepala Madrasah saat itu adalahKH.achmad al Fatih AR yang merangkap jabatan sebagai kepala MAAIN. Sementara itu kedua madrasah negeri tersebut yakni MTsAIN dan MAAIN sekarang telah berkembang pesat menjadi MTsN Tambak beras dan MAN TAmbakberas dilokasinya masing masing di sekitar Tambakberas.
Tahun1982berdiri Sekolah Persiapan MMA 9SP MMA0 berjenjang pendidikan 2 tahun. Sekolah ini dipersiapkan bagi siswa yang belum pernah mengenal pendidikan madrasah. SP MMA pada tahun 1992 akhirnya menjadi madrasah yang mandiri di lingkungan Bahrul Ulum.
Tahhun pelajaran 1983/1984 MMA mengikuti akreditasi madrasah. Dengan adanya akreditasi ini MMAsecara formal memiliki 3 lembaga yaitu ; MMA 6 tahun (kelas 1-6), MMP(kelas 1-3) setingkat Tsanawiyah, MMA (kelas 4-6) setingkat Aliyah. Dengan adanya akreditasi ini siwa kelas 3 yang belum memiliki ijazah setingkat MTs/SMP bias mengikuti ujian Negara dan mendapatkan ijazah formal secara sah dan siswa kelas 6 dapat mengikuti ujian Negara setingkat Aliyah dengan jurusan IPS secara sah pula. Tetapi di lapangan sehari hari yang ada hanya MMA dengan muatan kurikulum agama 75 % dan 25 % kurikulum umum.
Tahun pelajaran 1993/1994MMAkembali mengikuti akreditasi formal dengan nama MMA BU (Madrasah menengah atasBahrul Ulum)setingkat Aliyah untuk kelas 4-6 dengan status diakui dan MMP BU (Madrasah Menengah Pertama Bahrul Ulum) setingkat MTs untuk kelas 1-3 juga dengan status diakui. Maka pelajaran keagamaan tetap menggunakan kitap kitap salaf denga prosentase 75% agama dan25% umum.
Tahun 2001Madrasah Mualimin Mualimat Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang denga lama pendidikan 6 tahun semakin mengokohkan diri sebagai madrasah yang mempunyai cirri khas pendidikan syalaf. Undang undang Pendidikan yang baru tahun 1998 memberikan angin segar bagi madrasah/sekolah yang mempunyai cirri khusus seperti madrasah ini. Tanpa merubah muatan kurikulum agama, madrasah ini diakui pemerintah dan mendapat akreditasi B. Ujian Negara bias dilaksanakan di madrasah ini tanpa bergabung di madrasah lain yakni MAN Tambakberas seperti selama ini. Siswa kelas 6 yang lulus mendapat 2 ijazah, satu ijazah Aliyah jurusan IPS dan ijazah Madrasah Mu’allimin Mu’allimat dengan 29 mata pelajaran gabungan antara kurikulum pesantren PGA dan Aliyah jurusan IPS. Ijazah Madrasah Mu’allimin juga sudah muadalah(diakui) oleh Universitas al Azhar Kairo. Lulusan Madrasah ini dapat menggunakan kedua ijazahnya untuk belajar ke luar negeri.
Tahun 2003 Madrasah ini kembali berbenah diri dalam bidang administrasi pendidikan dan kurikulum. Dengan adanya UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional bahwa pendidikan formal jenjangnya adalah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, maka madrasah ini untuk formalitas menjadi MTs Mu’allimin Mu’allimat dan MA Mu’allimin Mu’allimat dengan jurusan bahasa. Bahasa asing yang diambil adalah bahasa Arab. Kurikulum agama tetap dipertahankan dan kitab-kitab salaf tetap menjadireferensi utama. Kuurikulum KTSP memberikan peluang besar kepada madrasah ini untuk tetap bertahan. Muatan lokal yang ada menjadi nilai plus yang harus tetap dipertahankan. Hanya saja administrasi pendidikan dan perangkat pembelajaran yang tertip dan rapi masih menjadi agenda besar madrasah ini, termasuk kegiatan pembelajaran yang berlangsung pagi dan sore.

Minggu, 07 November 2010

Penguasa Gaib Gunung Merapi Tertangkap Kamera

Awan mirip petruk berada di atas puncak merapi. (Photo: Aufal)
Magelang - Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi, berbicara tentang gunung Merapi tak lepas dari segala mitos dan cerita misterinya. Mereka meyakini gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta itu dikuasai oleh sosok gaib, Mbah Petruk.
Suswanto, lelaki berusia 43 tahun warga Dusun Sudimoro Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung Magelang, mengabadikan awan berbentuk mirip sosok Petruk dalam cerita Pewayangan di atas gunung Merapi sebelum meletus dalam jepretan kamera. “Awalnya saja hanya iseng memotret,” kata dia, Senin (1/11) siang.

Dalam salinan gambar yang ditunjukan Suswanto, awan mirip petruk itu berada tepat di atas puncak Merapi. Berhidung panjang dengan kuncir rambut di belakang kepala melengkung ke atas. Sosoknya menghadap ke arah selatan. “Ke arah Yogyakarta,” kata dia.

Gambar itu diambil pada Selasa (26/10) pagi atau sehari sebelum Merapi meletus pada petangnya. Dia menambahkan, gambar itu diambil dari depan rumahnya atau sekitar 13 kilometer dari puncak Merapi.

Menurut dia, sejumlah warga yang melihat hasilnya meyakiki itu adalah sosok Mbah Petruk, sang penunggu Merapi. Mereka menduga kehadirannya memperlihatkan diri sebagai pertanda bencana besar di Merapi.

Mbah Diwur (54), warga Desa Dusun Gaten Desa Ketunggeng Kecamatan Srumbung meyakini gambar awan itu adalah sebuah peringatan bagi warga sekitar Merapi. “Dia menghadap selatan, lihat saja sekarang yang para kan Jogja,” kata dia.

Dia membenarkan, adanya keyakinan sosok Mbah Petruk sebagai penguasa Merapi yang berkembang di masyarakat. “Dia bersemayam di dalam kawah Merapi,” kata dia.

Menurut Sugihartono (40), seorang warga Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung, kepercayaan tentang adanya sosok mbah Petruk di gunung Merapi itu tak bisa lepas dari sejarah peralihan Hindu Majapahit dan Islam Demak.

Oleh masyarakat sekitar Merapi, kata dia, Mbah Petruk itu diyakini sebagai sosok Sabdo Palon Nolo Genggong, seorang penasehat raja Majapahit Brawijaya V. Di akhir kejayaan Majapahit karena masuknya pengaruh Islam di Demak, Brawijaya memilih berdiam di gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Dia disia-sia,” katanya.

Karena sang Raja telah tersingkirkan maka Sabdo Palon pun memilih mengikuti jejak sang raja. Namun, dia memilih gunung Merapi sebagai tempat tinggalnya.

Sebagai balasan terhadap lawan-lawan yang berkuasa, dia mengangkat sumpah. Kelak akan menagih janji penguasa negeri tentang amanahnya mensejahterakan rakyat.

Letusan Merapi, kata dia, bagi masyarakat yang masih memegang teguh legenda itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat. “Si Mbah marah dan menagih janji penguasa,” kata dia

Senin, 01 November 2010

Kisah Pastor dan Meninggalnya Mbah Marijan

|  27 Oktober 2010  |  10:44

4
Nihil.
gbr dari google
gbr dari google , wedus gembel Merapi
Saya teringat kisah seorang Pastor yang sangat taat pada Tuhan, dalam laku dan segala tindakan yang sangat lurus.
Terkisahlah Pastor tersebut tinggal disuatu daerah dimana daerah tersebut terjadi hujan yang sangat deras , naiklah ketinggian air hingga mencapai rumah dimana beliau bertempat tinggal. Pastor  dengan taat berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh “Tuhan selamatkanlah kami” , lalu datanglah pasukan penolong membawakan pelampung dan mengajak Pastor segera meninggalkan rumah, tetapi Pastor tidak mau meninggalkan rumah gereja , dan tetap disitu sambil terus  berseru, “Tuhan selamatkanlah kami” , datanglah lagi tim penyelamat membawa perahu karet dan mengajak Pastor naik diperahu karet tersebut, Pastor tidak mau naik perahu karet tersebut karena dia merasa harus tetap berjaga disitu dan percaya Tuhan akan menolong.
Air semaikn tinggi masuk ke dalam rumah, tetapi Pastor tetap bertahan dan tidak berhenti memohon pada Tuhan menunggu keajaiban terjadi, “Tuhan tolong selamatkanlah kami”. Tidak seberapa lama Tim SAR  menemui Pastor tersebut dan sekali lagi mengajak dengan paksa, tetapi Pastor tetap bertahan tidak mau pergi, akhirnya Pastor ditinggalkan sendirian karena tidak mungkin lagi orang menemani.
Akhir cerita, air semakin tinggi dan Pastor tenggelam tidak terselamatkan. Setelah di panggil Tuhan, Pastor protes kepada Tuhan, “Tuhan, saya pekerja siang malam untuk Tuhan , saya berbuat segala sesuatu dengan taat kepadaMu tetapi mengapa Engkau tidak mau mendengarkan doaku?” tanya Pastor .
Lalu jawaban Tuhan, ” Aku sudah mengirimkan penyelamat seperti permintaan doamu , pertama Kukirimkan pelampung kedua kukirimkan perahu dan ketiga kukirimkan tim yang sangat bagus untuk menyelamatkanmu ,sampai tiga kali Kukirimkan pertolongan untuk menyelamatkanmu, tetapi engkau tidak mau, mengapa kamu menyalahkan lagi?”
Itulah kisah yang berapa kali saya dengar untuk mengumpamakan bahwa pertolongan Tuhan itu tidaklah harus sama dengan yang kita doakan, jadi mata harus melihat, telinga harus mendengar dan hati harus merasa, bahwa kita manusia diciptakan untuk menggunakannya dengan baik.
Saya tersentak pagi ini berita bahwa mbah Marijan sang juru kunci Merapi meninggal dunia akibat awan panas dari gunung Merapi, Mbah Marijan yang tetap bersikukuh dengan pandangan-pandangannya dan mungkin  beliau juga  memiliki panca indra keenam untuk tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya ketika memutuskan untuk tetap bertahan  di daerah yang dinyatakan bahaya, dan akhirnya harus meninggal dunia dalam hembusan awan panas yang panasnya mencapai 500 derajat celsius.
Saya tidak  menyamakan kisah Pastor yang saya kisahkan diatas dengan kejadian mbah Marijan, tetapi saya hanya menyayangkan nyawa mbah Marijian dan tenaganya yang dapat dibaktikan dirinya untuk pekerjaan yang mungkin masih bisa dilanjutkan seandainya mbah Marijan mau dievakuasi. Apalah manusia karena Tuhan lebih tahu segalanya.
Selamat jalan mbah Marijan, semoga mbah Marijan diterima disisi Tuhan. Amin.